Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi
Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kita semua menyadari bahwa Teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) sangatlah berperan penting bagi kehidupan manusia. Selain selain sebagai
salah satu media informasi, mempercepat komunikasi, TIK juga memudahkan manusia dalam
menyelesaikan segala macam urusannya.
Berikut dibawah ini beberapa
peranan penting Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam berbagai bidang
kehidupan manusia :
1. Bidang Penerbangan
- Mengatur jadwal penerbangan (flight scheduling).
- Mengatur perubahan jadwal terbang secara mendadak (itinerary change).
- Mengatur sistem penjualan tiket dan reservasi penerbangan (real time reservation).
- Mengatur sistem komunikasi kepada pilot-pilot pesawat mengenai apa yang harus dilakukan (flight progress checks).
2. Bidang Perbankan
- Mengatur pelayanan rekening kepada nasabah.
- Menyediakan mesin teller otomatis atau anjungan tunai mandiri (ATM). Dengan perangkat ini, pihak bank dapat memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan transaksi walaupun pada saat libur.
3. Bidang Perdagangan
- Menyediakan sistem jaringan yang terkoneksi melalui alat bantu scanner (pemindai).
- Menyediakan alat bantu konsumen untuk melakukan pengecekan harga.
4. Bidang Perkantoran
- Menyediakan mesin penjawab telepon secara otomatis.
- Menyediakan alat pengolah kata dengan mesin komunikasi berupa teleks dan faksimile.
5. Rumah Masa Depan
Peranan TIK dalam rumah masa depan
yang berdasar pada home automation adalah ketersediaan alat pemantau bahaya
yang dapat memberitahukan pencurian, kebakaran, dan kebocoran gas. Alat ini
berfungsi secara otomatis dan diperintah lewat saluran telepon.Dari beberapa
hal di atas kita bisa menyimpulkan seberapa pentingkah Teknologi Informasi
dan Komunikasi bagi kehidupan
22.44 | Label: Teknologi Informasi Komunikasi | 0 Comments
Puisi
Defini pengertian arti puisi
Secara pribadi menurut saya pengertian puisi adalah ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya yang dirangkai menjadi suatu bentuk tulisan yang mengandung makna. Pembuat puisi atau penyair tidak sembarangan dalam membuat karyanya tersebut. Puisi yang dibuat oleh para penyair biasanya terkesan indah. Namun mereka juga membuat puisi dengan gaya bahasa yang susah dimengerti. Walaupun susah dipahami tapi ada arti puisi yang tersimpan didalamnya. Lagipula membuat puisi itu harus bebas walaupun hasilnya bagus atau jelek menurut orang lain. Di dalam dunia puisi ada dua macam puisi yaitu puisi lama dan juga puisi baru. Sebuah puisi menjadi indah karena terdapat majas ( gaya bahasa ) didalam rangkaian puisi tersebut. Puisi biasanya mengandung makna konotasi didamnya. Dalam memibuat suatu puisi maka kita harus mengetahui unsur - unsur puisi yang sangat penting. Anda juga harus memperhatikan bagaimana caranya membaca puisi yang baik dan benar. Nah jadi bagaimana jadi anda tahu kan sekarang Definisi puisi itu sebenarnya. Sekarang giliran anda untuk membuat puisi dengan gaya anda sendiri. macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:
a) DISTIKON
Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)
Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)
b) TERZINA
Contoh :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
Dari ; Madah Kelana
Karya : Sanusi Pane
Contoh :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
Dari ; Madah Kelana
Karya : Sanusi Pane
c) QUATRAIN
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)
d) QUINT
Contoh :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)
Contoh :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)
e) SEXTET
Contoh :
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)
Contoh :
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)
f) SEPTIMA
Contoh :
Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
(Muhammad Yamin)
Contoh :
Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
(Muhammad Yamin)
g) STANZA ( OCTAV )
Contoh :
Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)
Contoh :
Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)
h) SONETA
Contoh :
Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)
Contoh :
Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)
19.56 | Label: Bahasa indonesia | 0 Comments
Pengertian dan Perkembangan Pendidikan Multikultural di Indonesia
PENGERTIAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Pendidikan multikultural adalah
proses penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap
keanekaragaman budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat plural (Musa
Asy’arie : 2004).
Multikultural berarti beraneka ragam
kebudayaan. Menurut Parsudi Suparlan (2002) akar kata dari multikulturalisme
adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman
bagi kehidupan manusia. Dalam konteks pembangunan bangsa, istilah multikultural
ini telah membentuk suatu ideologi yang disebut multikulturalisme.
Multikulturalisme adalah sebuah
ideologi dan sebuah alat untuk meningkatkan derajat manusia dan kemanusiaannya.
Untuk dapat memahami multikulturalisme diperlukan landasan pengetahuan yang
berupa bangunan konsep-konsep yang relevan dan mendukung keberadaan serta
berfungsinya multikulturalisme dalam kehidupan manusia. Bangunan konsep-konsep
ini harus dikomunikasikan di antara para ahli yang mempunyai perhatian ilmiah
yang sama tentang multikulturalisme sehingga terdapat kesamaan pemahaman dan
saling mendukung dalam memperjuangkan ideologi ini.
Selanjutnya Suparlan mengutip Fay
(1996), Jary dan Jary (1991), Watson (2000) dan Reed (ed. 1997) menyebutkan
bahwa multikulturalisme ini akan menjadi acuan utama bagi terwujudnya
masyarakat multikultural, karena multikulturalisme sebagai sebuah ideologi akan
mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual
maupun secara kebudayaan. Dalam model multikulturalisme ini, sebuah masyarakat
(termasuk juga masyarakat bangsa seperti Indonesia) mempunyai sebuah kebudayaan
yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah
mosaik. Di dalam mosaik tercakup semua kebudayaan dari masyarakat-masyarakat
yang lebih kecil yang membentuk terwujudnya masyarakat yang lebih besar, yang
mempunyai kebudayaan seperti sebuah mosaik. Dengan demikian, multikulturalisme
diperlukan dalam bentuk tata kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis
meskipun terdiri dari beraneka ragam latar belakang kebudayan.
Mengingat pentingnya pemahaman
mengenai multikulturalisme dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara
terutama bagi negara-negara yang mempunyai aneka ragam budaya masyarakat
seperti Indonesia, maka pendidikan multikulturalisme ini perlu dikembangkan.
Melalui pendidikan multikulturalisme ini diharapkan akan dicapai suatu
kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan menjunjung tinggi
nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam undang-undang
dasar.
B. PERKEMBANGAN PEDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA
Di Indonesia, pendidikan
multikultural relatif baru dikenal sebagai suatu pendekatan yang dianggap lebih
sesuai bagi masyarakat Indonesia yang heterogen, terlebih pada masa otonomi dan
desentralisasi yang baru dilakukan. Pendidikan multikultural yang dikembangkan
di Indonesia sejalan pengembangan demokrasi yang dijalankan sebagai counter
terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Apabila hal itu
dilaksanakan dengan tidak berhati-hati justru akan menjerumuskan kita ke dalam
perpecahan nasional.
Menurut Azyumardi Azra, pada level
nasional, berakhirnya sentralisme kekuasan yang pada masa orde baru memaksakan
"monokulturalisme" yang nyaris seragam, memunculkan reaksi balik,
yang bukan tidak mengandung implikasi-implikasi negatif bagi rekonstruksi
kebudayaan Indonesia yang multikultural. Berbarengan dengan proses otonomisasi
dan dan desentralisasi kekuasaan pemerintahan, terjadi peningkatan gejala
"provinsialisme" yang hampir tumpang tindih dengan
"etnisitas". Kecenderungan ini, jika tidak terkendali akan dapat
menimbulkan tidak hanya disintegrasi sosio-kultural yang amat parah, tetapi
juga disintegrasi politik.
Model pendidikan di Indonesia maupun
di negara-negara lain menunjukkan keragaman tujuan yang menerapkan strategi dan
sarana yang dipakai untuk mencapainya. Sejumlah kritikus melihat bahwa revisi
kurikulum sekolah yang dilakukan dalam program pendidikan multikultural di
Inggris dan beberapa tempat di Australia dan Kanada, terbatas pada keragaman
budaya yang ada, jadi terbatas pada dimensi kognitif.
Penambahan informasi tentang
keragaman budaya merupakan model pendidikan multikultural yang mencakup revisi
atau materi pembelajaran, termasuk revisi buku-buku teks. Terlepas dari kritik
atas penerapnnya di beberapa tempat, revisi pembelajaran seperti di Amerika
Serikat merupakan strategi yang dianggap paling penting dalam reformasi
pendidikan dan kurikulum. Penulisan kembali sejarah Amerika dari perspektif
yang lebih beragam meruapakan suatu agenda pendidikan yang diperjuangkan
intelektual, aktivis dan praktisi pendidikan. Di Jepang aktivis kemanusiaan
melakukan advokasi serius untuk merevisi buku sejarah, terutama yang menyangkut
peran Jerpang pada perang dunia II di Asia. Walaupun belum diterima, usaha ini
sudah mulai membuka mata sebagian masyarakat akan pentingnya perspektif baru
tentang perang, agar tragedi kemanusiaan tidak terulang kembali. Sedangkan di
Indonesia masih diperlukan usaha yang panjang dalam merevisi buku-buku teks
agar mengakomodasi kontribusi dan partisipasi yang lebih inklusif bagi warga
dari berbagai latarbelakang dalam pembentukan Indonesia. Indonesia juga
memerlukan pula materi pembelajaran yang bisa mengatasi "dendam
sejarah" di berbagai wilayah.
Model lainnya adalah pendidikan
multikultural tidak sekedar merevisi materi pembelajaran tetapi melakukan
reformasi dalam sistem pembelajaran itu sendiri. Affirmative action dalam
seleksi siswa sampai rekrutmen pengajar di Amerika adalah salah satu strategi
untuk membuat perbaikan ketimpangan struktural terhadap kelompok minoritas.
Contoh yang lain adalah model "sekolah pembauran" Iskandar Muda di
Medan yang memfasilitasi interaksi siswa dari berbagai latar belakang budaya
dan menyusun program anak asuh lintas kelompok. Di Amerika Serikat bersamaan
dengan amsuknya wacana multikulturalisme, dilakukan berbagai lokakarya di
sekolah-sekolah maupun di masyarakt luas untuk meningkatkan kepekaan sosial,
toleransi dan mengurangi prasangka antar kelompok.
Untuk mewujudkan model-model
tersebut, pendidikan multikultural di Indonesia perlu memakai kombinasi model
yang ada, agar seperti yang diajukan Gorski, pendidikan multikultural dapat
mencakup tiga hal jenis transformasi, yakni: (1) transformasi diri; (2) transformasi
sekolah dan proses belajar mengajar, dan (3) transformasi masyarakat.
Menyusun pendidikan multikultural
dalam tatanan masyarakat yang penuh permasalahan anatar kelompok mengandung
tantangan yang tidak ringan. Pendidikan multikultural tidak berarti sebatas
"merayakan keragaman" belaka. Apalagi jika tatanan masyarakat yang
ada masih penuh diskriminasi dan bersifat rasis. Dapat pula dipertanyakan
apakah mungkin meminta siswa yang dalam kehidupan sehari-hari mengalami
diskriminasi atau penindasan karena warna kulitnya atau perbedaannya dari
budaya yang dominan tersebut? Dalam kondisi demikian pendidikan multikultural
lebih tepat diarahkan sebagai advokasi untuk menciptakan masyarakat yang
toleran dan bebas toleransi.
15.47 | Label: Pendidikan | 0 Comments
Penggunaann Huruf Kapital
Penggunaan
Huruf Kapital
Huruf kapital atau huruf besar dipakai
untuk:
1. Huruf besar
atau kapital dipakai sebagai huruf pertama kata awal kalimat. Misalnya:
Ada gula, ada semut.
Apa
maksudmu?
Kita
harus bekerja keras.
2. Huruf besar
atau huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya:
Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
Bapak
menasehatkan, “Berhati-atilah, Nak!”
“Kemarin
engkau terlambat”, katanya.
3. Huruf besar
atau kapital dipaka sebagai huru pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan
hal-hal keagamaan, kitab suci, dan nama Tuhan, termasuk kata gantinya.
Misalnya:
Allah Quran
Yang Maha Kuasa Alkitab
Yang Maha Pengasih Islam
Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar
kepada hamba-Nya.
Bimbinglah hamba-Mu, Ya Tuhan, ke jalan
yang Engkau beri rahmat.
4. Huruf besar
atau huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, dan
keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya:
Haji Agus Salim
Imam Syafii
Maha Putra Yamin
Nabi Ibrahim
Sultan Hasanuddin
Tetapi, perhatikan penulisan berikut:
Hasanuddin,
sultan Makasar, digelar juga
Ayam
Jantan dari Timur.
5. Huruf besar
atau huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang
diikuti nama orang. Misalnya:
Gubenur Abd. Rachman Sayoeti
Menteri Ali Alatas
Perdana Menteri Mahatir Mohamad
Profesor Kemas Saleh
6. Huruf besar
atau kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang.
Misalnya:
Amir
Hamzah
Dewi
Sartika
Halim
Perdanakusumah
Wage
Rudolf Supratman
7. Huruf besar
atau kapital dipakai sebagai huruf pertama nama, bangsa, suku dan bahasa.
Misalnya:
bangsa Indonesia
suku Sunda
bahasa Inggris
Tetapi, perhatikan penulisan berikut:
mengindonesiakan kata-kata asing
keinggris-inggrisan
8. Huruf besar atau
kapital dipakai sebagai huruf pertama nama, tahun, bulan, hari, hari raya, dan
peristiwa sejarah. Misalnya:
tahun Hijrah
Tarikh Masehi
bulan Agustus
hari Jumat
Proklamasi Kemerdekaan
hari Lebaran
Tetapi, perhatikan penulisan berikut
ini:
memproklamasikan kemerdekaan
9. Huruf besar
atau kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi. Misalnya:
Asia Tenggara
Bayuwangi
Bukit Barisan
Danau Toba
Selat Sunda
Tetapi, perhatikan penulisan berikut ini:
berlayar
ke teluk
mandi
di kali
menyeberangi
selat
pergi
ke arah barat
10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf
pertama nama resmi badan, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan serta dokumen
resmi. Misalnya:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Dewan Perwakilan Rakyat
Kerajaan Iran
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
Tetapi, perhatikan penulisan berikut
ini:
menurut undang-undang dasar kita
pemerintah republik itu
11. Huruf besar atau kapital dipakai
sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul
karangan, kecuali kata partikel, seperti: di, ke, dari, untuk, dan, yang, yang
tidak terletak pada posisi awal. Misalnya:
Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
Pelajaran Ekonomi untuk Sekolah Lanjutan Atas
Salah Asuhan
12. Huruf besar atau kapital dipakai dalam
singkatan nama gelar dan sapaan. Misalnya:
Dr. Doktor
M.A Master
of Arts
Ny. Nyonya
Prof. Profesor
S.H. Sarjana
Hukum
13. Huruf besar atau kapital dipakai
sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu,
saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
Misalnya:
Kapan Bapak berangkat?
Itu apa, Bu?
Besok Paman akan datang.
Mereka pergi ke rumah Pak Camat.
Silakan duduk, Dik!
Para ibu mengunjungi Ibu Hasan.
Catatan: Huruf besar atau huruf
kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan
yang tidak dipakai sebagai kata ganti atau sapaan. Misalnya:
Kita
harus menghormati bapak dan ibu kita.
Semua
kakak dan adik saya sudah berkeluarga
Semua
camat dalam kabupaten itu hadir
01.11 | Label: Bahasa indonesia | 0 Comments
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.